Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

1. Menulis Pantun dengan Berbagai Konteks

Menulis Pantun adalah proses belajar dengan berbagai tahapan. Salah satu cara menulis pantun adalah dengan mencobanya. Pantun sebagai salah satu bentuk puisi rakyat. Dalam buku pelajaran bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII, sudah ada langkah-langkah menulis pantun. 

Berikut ini adalah langkah-langkah menulis pantun versi buku tersebut:
1. Tentukan ide yang akan disampaikan, misalnya kalau hidup bekerja keras kelak hidupnya akan sukses. 
2. Menata ide menjadi dua larik, tentu dengan bunyi akhir yang berbeda. Ini akan menjadi isi. 
3. Memilih kosakata yang diakhiri dengan bunyi seperti dua larik, yaitu dengan dibuat menjadi dua baris puisi. 
4. Membuat larik sampiran (untuk baris pertama dan kedua), yang isinya harus berbeda dengan baris yang telah dibuat tadi. 
5. Menata kembali kalimat atau baris atau larik dengan rima dari kosakata dengan bunyi akhir yang sama, sehingga menjadi rima yang menarik. 
6. Menata pantun secara logis.

Berikut ini jika disampaikan dalam bentuk praktik langsung:
Bedasarkan langkah-langkah menulis pantun di atas, secara sederhana adalah sebagai berikut:
1. Buat bagian isinya (baris ketiga dan keempat).
2. Buat bagian sampirannya (baris pertama dan kedua)
3. Sesuaikan jumlah baris dan bunyi akhirnya. 

Menulis pantun dengan isi: kalau hidup bekerja keras kelak hidupnya menjadi sukses

Isi pantun sudah ditentukan, tinggal membaginya menjadi dua bari isi menjadi:

(1) ..........
(2) .........
(3) Kalau hidup bekerja keras
(4) kelak hidupnya menjadi sukses

pembagian di atas kurang pas secara rima, karena baris ketiga dan keempat sama-sama diakhiri bunyi /s/. Syarat pantun rima baris ketiga dan keempat hendaknya berbeda bunyi (rima)nya. Maka bisa disesuaikan menjadi:

(1) ..........
(2) .........
(3) Kalau hidup bekerja keras
(4) Pasti sukses hidupnya kelak

Tanpa mengubah makna dan isi pantun di atas, bisa disesuaikan susunan kalimatnya. Sehingga rima menjadi menarik. 

Selanjutnya tinggal menyusun baris kesatu dan kedua. Untuk itu, pilih dulu kata yang berima sama dengan keras dan kelak. 

Kata berima dengan keras antara lain beras, deras, teras, jelas, lugas. Kata berima dengan kelak antara lain: gelak, gagak, kolak, ketiak. Bisa digunakan salah satu kata berima menjadi. 

(1) ................................. deras
(2) ................................ kolak
(3) Kalau hidup bekerja keras
(4) Pasti sukses hidupnya kelak

Susunan baris dan bait di atas sudah benar rimanya, tinggal menyesuaikan kalimat untuk baris satu dua. Ingat pada baris kesatu dan kedua, adalah bagian yang merupakan sampiran. Sampiran tidak perlu bermakna, biasanya malah berisi kalimat yang lucu. 

Untuk contoh proses menulis pantun di atas, bisa disesuaikan menjadi:
(1) saat hujan deras
(2) enaknya makan kolak
(3) Kalau hidup bekerja keras
(4) Pasti sukses hidupnya kelak

Setelah disusun kalimat untuk sampiran di atas, perlu ditelaah lagi secara keseluruhan. Apakah seluruh syarat-syarat pantun sudah terpenuhi. 

Jumlah baris dalam satu bait sudah sesuai: empat baris dalam satu bait.
Jenis baris sudah sesuai: baris satu dan dua adalah sampiran, baris tiga dan empat adalah isi.
Rima sudah sesuai: baris satu dan tiga, bunyi akhirnya sama. Baris kedua dan keempat bunyi akhirnya sama. 
Jumlah suku kata tiap baris minimal 8 maksimal 12 suku kata. Ini yang masih belum sesuai, pada baris (1) dan baris (2). 
(1) sa-at hu-jan de-ras  ini ada 6 suku kata. 
(2) e-nak-nya ma-kan ko-lak ini ada 7 suku kata. 

Maka perlu ditambahkan kata agar sesuai menjadi minimal 8 dan maksimal 12 suku kata. Menjadi:

(1) saat sedanghujan deras
(2) Paling enak makan kolak
(3) Kalau hidup bekerja keras
(4) Pasti sukses hidupnya kelak

Pantun di atas menjadi sempurna dan sesuai dengan syarat-syarat pantun dengan isi yang tepat pula. Dengan cara dan proses yang sama, bisa disusun bait-bait pantun yang sangat mungkin sangat berbeda. Misalnya menjadi bait-bait berikut ini:

Kalau ingin sukses hidupnya
Tentu harus bekerja keras

setelah isi jadi, tinggal menyusun sampirannya, menjadi:

Lampu kota ada terangnya
Dipasang di depan teras
Kalau ingin sukses hidupnya
Tentu harus bekerja keras

Selanjutnya, perlu memahami bentuk-bentuk dan tujuan-tujuan lain dalam menulis pantun. Dalam buku teks pelajaran Bahasa Indonesia untuk Kelas VII SMP/MTs ada tugas yang berbunyi:

Kegiatan
Diskusikan dengan pasanganmu untuk membuat pantun, gurindam, dan syair dengan tujuan berikut:

Menulis Pantun dengan Tujuan: Menyemangati teman yang sedang mengalami penurunan semangat belajar

Jalan naik jalan turun
Ada juga jalan berlubang
Semangat jangan sampai turun
Kita harus terus berjuang

Jalan jauh jalannya lama
Jalan dekat cukup berjalan
Tetap belajar bersama-sama
Teman juga akan ingatkan


Menulis Pantun dengan Tujuan: mengajak teman-temanmu untuk berbuat jujur dan disiplin.


Posting Komentar untuk "1. Menulis Pantun dengan Berbagai Konteks"