Cinta Seperti Perang apa Perang Seperti Cinta?
Untuk menghakhiri Cinta kadang sampai pakai alasan Fokus Ujian Nasional segala. Duh...
Entah Mas Wahyu Kokkang ini sekarang berkarya di media apa. Sekilas baca di tulisan Dahlan Iskan (Disway.id), Wahyu Kokkang keluar dari Jawa Pos demi untuk (sengaja didobeli) merawat ibunya dengan penuh semangat.
Kembali melihat karya beliau melalui medsosnya, kartunis yang saya sukai karyanya sejak saya masih SMP ini pernah mengirimkan Kaos semriwingnya -INDONESIA JUARA PIALA DUNIA- ke saya. Sekitar 10 tahun lalu. Dikirimi lagi gak papa kok Mas.
Sangat menarik mengikuti 'Kisah Lama' Mas Wahyu di Facebook. Ada karya terbarunya yang sangat menggelitik.
Cinta Seperti Perang.
Tentu ini bukan lagi kartun Clekit yang ada di Jawa Pos, itu. Bukan lagi karakter bertopi, lengan baju digulung. Ini Karakter yang 'cek wahyunya'. Gondrong dan megeli wajahnya. Yang mirip dengan karakter dalam 'Clekit' adalah karakter Mlenuk. Wanita semlohai bongsor berdaster polkadot.
Mas Wahyu -dalam karakter itu- lebih ke 'terpaksa kangen'. Takut kena jep tangannya si Mlenuk yang kekar.
Tapi memang ada benarnya, Cinta itu sepeti perang. Mungkin yang dibahas adalah Perang Ukraina-Rusia. Perang yang sebenarnya ingin disudai oleh kedua negara, tapi masih sulit harus dimulai dari mana dan siapa yang harus mengalah.
Memang cinta seperti itu. Mudah memulainya, sulit mengakhirinya. Apalagi yang sudah mulai ada ikatan dan komitmen yang jelas.
Mau mengakhiri takut ada yang tersakiti, karena terlanjur cinta. Sementara perang, kalau mau menghakhiri tidak ada yang mau mengalah. Siapa juga yang mau dituduh sebagai penjahatnya?
Bahkan, Soekarno dulu takut juga diadili sebagai penjahat perang jika sampai 'kalah perang' saat perang kemerdeakaan Indonesia. Apalagi sekarang, Putin pasti takut seperti itu. Bagaimana pun juga, tentu dia tidak ingin disalahkan atas apa yang ingin dilakukannya.
Tentu juga eman-eman jika harus mengakhirinya dengan 'kekalahan' dari Ukraina. Sesumbarnya kan akan mengalahkan Ukraina dengan cepat. Ternyata lama. Ternyata 'hanya sedikit' wialayah Ukraina yang berhasil diduduki.
Sementara Ukraina juga tidak mau mengalah tentunya. Mana ada orang yang sudah diserang duluan --meskipun dituduh nganca-nganca oleh Putin-- mau membiarkan halaman belakang rumahnya dikuasai oleh tetangga.
Hayo jujur, siapa yang dulu kesulitan menghakhir hubungan percintaan? Meskipun sebenarnya sudah tidak mau lagi bersama? yang pakai alasan mau Ujian Nasional, yang pakai alasan fokus UN, atau justru menuduh pasangannya dengan hal-hal yang dibuat-buat?
Cinta memang seperti perang. Perang memang seperti cinta. Duh....
Posting Komentar untuk "Cinta Seperti Perang apa Perang Seperti Cinta?"
Komentar bisa berupa saran, kritik, dan tanggapan. :)