Jember ini Madura apa Jawa? Perbandingan Jumlah Penutur Bahasa Jawa dan Bahasa Madura di Jember
Nama Pendopo Kabupaten
Nama Pendopo Kabupaten Jember adalah Wahyawibawagraha. Memang bukan bahasa Jawa, tapi itu adalah bahasa Sanskerta, yang menjadi akar dari bahasa Jawa. Pemilihan nama itu, oleh pemimpin Jember di masanya tentu karena pemimpinnya berbahasa Jawa.
Gus Ning Jember
Acara pemilihan putra-putri Jember dalam ajang duta Kabupaten Jember, dulu ajang tersebut diberi nama 'Gus Ning Jember'. Penggunaan istilah 'Gus' dan 'Ning' merupakan bahasa Jawa. Bandingkan dengan Kabupaten Sebelah yang memakai istilah 'Kacong Jebbing'. Istilah yang sama, kegiatan yang sama. Tapi dari Bahasa Madura.
Sementara di Surabaya acara tersebut diberi judul 'CAK-NING SUROBOYO'. Bahasa Jawa, khas Suroboyan. Sementara di Jakarta, acara semacam itu disebut dengan 'Abang-None Jakarta'.
Jember, memilih menggunakan nama 'Gus' dan 'Ning'. Kurang Jawa gimana?
Wis Wayahe
Kata 'Wis Wayahe' menjadi 'tagline' Kampanye Bupati Hendy Siswanto-Firjon B. Barlaman. Setelah terpilih menjadi Bupati, 'Wis Wayahe' menjadi tagline resmi Kabupaten Jember. Tentu kata tersebut adalah Bahasa Jawa. Yang artinya adalah 'sudah saatnya'. Mungkin dalam bahasa Madura bisa disebut: la bejena.
Wadul Guse
Wadul Guse adalah sebuah saluran yang dibuat, dan resmi milik Pemerintah Kabupten Jember, oleh Bupati Muhamad Fawait (dilantik Februari 2025).
Salurna pengaduan tersebut diberi nama 'Wadul Guse', yang artinya 'Mengadu ke Gusnya'. Maksudnya adalah Gus Fawait, sang Bupati. Lagi-lagi, itu adalah bahasa Jawa. Wadul artinya Lapor atau Melaporkan atau Mengadukan. Tentang banyak hal tentunya di Jember.
Dari empat nama dan istilah yang digunakan itu saja, sepertinya Kabupaten Jember adalah 'Cek Jawanya' alias 'Sangat Jawa'. Karena istilah Jawa masuk ke dalam agenda-agenda resmi kabupaten. Belum lagi kalau menelisik nama-nama wilayah di Kabupaten Jember. Hampir semuanya ada unsur Jawa: Suger Kidul, Sukowono, Wonojati, Karangpring, watu ulo, adalah nama-nama ang berasal dari bahasa Jawa. Sementara penghuni wilayahnya adalah Madura.
Karngpring misalnya adalah Desa di kaki pegunungan Argopuro yang hampir semuanya berbahasa Madura, bahkan ketika berbahasa Indonesia, logat Maduranya kental. Tapi kenapa disebut Karangpring bukan Karangpereng misalnya. Jika memang bahasa Madura.
Lebih Banyak Orang Madura dibandingkan Orang Jawa di Jember
Secara pribadi, bahkan saya berani berpendapat bahwa, setidaknya ada 60 Persen penduduk Jember yang berbahasa Madura. Dan tidak sampai 40% penduduk Jember yang orang Jawa. Pembagian ini tentu pembagian secara kasar. Disumsikan semua Kecamatan penduduknya jumlahnya relatif sama.
Dari 31 Kecamatan yang ada di Jember, ada 9 kecamatan yang penduduknya dominan Jawa yaitu:
Balung
Ambulu
Jombang
Kencong
Puger
Rambipuji
Semboro
Umbulsari
Wuluhan
Sementara ada 15 Kecamatan yang penduduknya dominan orang Madura. 15 Kecamatan yang dominan penduduknya Madura adalah:
Ajung
Bangsalsari
Jelbuk
Jenggawah
Kalisat
Ledokombo
Mayang
Mumbulsari
Pakusari
Panti
Silo
Sukorambi
Sukowono
Sumberjambe
Tempurejo
Selain 9 Kecamatan yang dominan dihuni oleh orang Jawa, dan 15 Kecamatan yang dominan orang Madura, secara sederhana ada tujuh kecamatan yang orangnya tidak dominan Jawa dan tidak dominan Madura. Maka dalam tulisan ini disebut kategori Kecamatan yang campur. Sama-sama dianggap dominan antara Madura dan Jawanya.
Ada 7 Kecamatan yang penduduknya campuran antara Jawa dan Madura, yaitu:
Arjasa
Gumukmas
Sumberbaru
Tanggul
Patrang
Kaliwates
Sumbersari
Khusus untuk tiga kecamatan kota (Patrang, Kaliwates, Sumbersari) bahasa yang dominan digunakan bukan hanya Jawa dan Madura, tetapi juga bahasa Indonesia karena saking beragamnya penduduknya. Khususnya yang ada di pusat-pusat kota.
Maka dari perhitungan ini, penduduk Jember lebih banyak orang Maduranya, dibanding orang Jawanya. Meskipun kesan yang timbul seolah-olah Jember ini Kabupaten dengan Penduduk Jawa.
Kalau ingin lebih renik dan detail, bisa dipilah per desa dan kelurahan yang jumlahnya lebih dari 200 desa/kelurahan. Untuk mendetail lebih renik begitu, sepertinya saya masih belum bisa menyeleruh.
Bagaimana dengan pendapatmu?
Jember ini Madura apa Jawa?
Kalau desamu sendiri lebih dominan mana?
Posting Komentar untuk "Jember ini Madura apa Jawa? Perbandingan Jumlah Penutur Bahasa Jawa dan Bahasa Madura di Jember"
Komentar bisa berupa saran, kritik, dan tanggapan. :)