Sebelum Indonesia Merdeka, di Sukowono ada orang Bernama Pak Marjam (dibaca: Pak Maryam), yang kaya raya.
Pak Maryam tinggal di tepi jalan besar antara Kalisat dan Sukowono. Dia memiliki lahan yang luas, yang digunakan untuk tempat tinggal sekaligus menjadi tempat usaha beruapa Peternakan Sapi Perah.
Tidak hanya satu sapi saja. Tapi beberapa ekor sapi yang memliki fasilitas cukup modern di zamannya. Sapi-sapi yang dipelihara ditempatkan di kandang yang terintegrasi sanitasinya dengan sungai besar yang ada di Sukowono.
Tidak hanya dikerjakan sendiri, tempat pemerahan susu yang dimiliki oleh Pak Marjam, itu dikerjakan juga oleh Pekerja-pekerja yang juga disediakan tempat tinggal di dalam area kandang.
Selain disediakan fasilitas tempat tinggal, tempat dan fasilitas lain juga disiapkan oleh Pak Marjam. untuk dirinya maupun untuk para pekerjanya.
Setidaknya itulah gambaran yang bisa diambil dari Peta Tahun 1935 yang menjadi koleksi Unggulan milik Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) Jawa Timur. Dalam Peta Kuno yang terbit 10 tahun sebelum Indonesia Merdeka ini, terdapat skala 1:250. Sebuah peta yang benar-benar diperhatikan, diukur, digambar, dan dibuat oleh ahli kartografi. Dalam lama SIKN Jawa Timur, File Peta ini diberi Kode: Karto1-46. Dengan Judul PETERNAKAN DENAH LOKASI PEMERAHAN SAPI MILIK PAK MARJAM DI SUKOWONO. Diidentifikasi penciptanya adalah 'Secretarie Oost Java'
Tentu yang dimaksud dengan Sukowono dalam peta tersebut adalah Sukowono yang ada di Kabupaten Jember. Meskipun tidak ada tulisan khusus dalam denah peta kuno tersebut yang menulis Jember. Tapi didentifikasi dalam peta yang yang menyebutkan Jalan antara Sukowono dan Kalisat. Sebagai penanda bahwa keduanya memang bersebelahan dan ada di Jember.
Berikut ini adalah denah peta bukti Bahwa Pak Marjam adalah Orang Kaya:
 |
| Peta Kuno salah Satu Peternakan di Sukowono Jember Tahun 1935 |
Untuk lebih jelasnya tentang Peta Kuno Peternakan Sapi di Sukowono milik Pak Marjam ini, bisa dilihat dalam pembesaran peta berikut ini:
 |
| Denah Peternakan Milik Pak Marjam di Sukowono Tahun 1935 |
 |
| Penjelasan Denah Peternakan Pak Marjam di Sukowono Tahun 1935 |
Untuk standard penulsian peta dengan tulisan tangan, peta kuno tersebut sudah sangat baik. Tulisan tangannya sangat bagus, mudah dibaca, dan dengan skala serta ukuran yang presisi serta cukup jelas semua bagiannya.
Berikut ini penjelasan tulisan tersebut sesuai teks aslinya yang berupa Bahasa Indonesia di eranya yang tidak sebaku sekarang dan masih terpengaruh bahasa Belanda.
1. Kandang sapi jang diperas soesoenja
(Kandang sapi yang diperas susunya)
Maksudnya adalah kandang sapi betina yang siap diperas susunya setiap hari.
2. Roemah Pa' Marjam
(Rumah Pak Maryam)
Maksudnya adalah tempat tinggal pemilik peternakan sapi perah.
3. Tempat giling tahoe
(Tempat menggiling tahu)
Selain menjadi tempat peternakan, Pak Maryam ternyata juga punya usaha penggilingan tahu. Betapa kaya rayanya Pak Maryam ini untuk ukuran Soekowono di masa itu.
4. Somoer (Sumur)
5. Dapoer (Dapur)
6. Tempat Padi
Mungkin yang dimaksud adalah lumbung padi. Mengingat di zaman itu, masih zaman menyimpan padi di lumbung dengan sistem panen dengan gagangnya (merang). Jadi padi bisa diikat. Untuk disimpan di lumbung.
7. Tempat Melk
Mungkin yang dimaksud adalah 'Tempat Milk'. Melk adalah sebutan lain dalam bahasa percakapan di masa itu untuk menyebut susu yang siap minum. Di Jember, era sekitar kemerdekaan, ada istilah lek melekan. Maksudnya 'minum susu bersama-sama'.
8. Kamar Tidoer orang Toewa
(Kamar tidur orang tua)
jelas sekali perbedaan ejaan antara Tua dan Toewa yang masih menggunakan huruf /w/.
9 en 10 Roemah Koeli2
(Rumah/tempat tinggal pekerja)
Kuli dalam Bahasa Indonesia era 30an untuk menyebut seluruh pekerja. Bukan hanya buru kasar saja.
11. Tempat roempoet makanan sampi
12. Kandang sapi laki2
Dalam bahasa Indonesia sekarang pasti ditulis: kandang sapi jantan.
13. Straat besar antara Kalisat Soekowono
Straat = jalan
14. Soengai
15. Selokan Djalan di bawah kandang sapi
Maksudnya adalah saluran selokan yang mengalir di bawah kandang sapi.
16. Selokan djalan di bawah roemah Pa' Marjam teroes di bawah dapoer, tempat padi, tempat melk, dan di bawah kakoes teroes ke soengai
Maksudnya saluran selokan yang alirannya terintegrasi. Mungkin maksudnya adalah saluran pembuangan yang mengalir semua ke sungai.
17. Kakoes
Orang sekarang lebih mengenal istilah Jamban dan Toilet.
18. Sawah Pa' Marjam tempat boewang kotoran sapi
(Sawah Pak Maryam tempat membuang kotorang sapi)
19. Pekarangan Pa' Minati saudara Pa' Marjam
(Pekarangan pak Minati saudara Pak Maryam)
20. Djambatan Kajoe
(Jembatan Kayu)
Dari teks keterangan denah Peternakan ini, kita bisa mengetahui fakta tambahan bahwa: Pak Maryam benar-benar kaya. Selain memliki peternakan sapi dengan berbagai fasilitasnya, juga masih memiliki sawah. Tentu juragan tanah.
Pak Maryam juga memiliki saudara yaitu Pak Minati, yang tanahnya bersebelahan dengan Tanah Pak Mayam dalam denah tersebut.
Adanya pengaruh bahasa Balanda dalam teks di atas tampat pada angka 9 dan 10 yang ditulis 9 en 10. itu adalah bahasa Belanda yang berarti 'and' dalam bahasa Inggris atau 'dan' dalam bahasa Indonesia. Selain itu juga ada kata 'Straat' yang berarti jalan di keterangan nomor 13.
Fakta lain yang semakin menjunjukkan bahwa denah ini benar-benar Soekowono adalah nama-nama orang laki-laki yang menggunakan nama perempuan. Pak Maryam dan Pak Minati. Penyebutan nama yang merujuk pada anak pertama, ini biasa dalam masyarakat penutur bahasa Madura. Bisa jadi Maryam dan Minati adalah nama anak kedua juragan tanah tersebut. Yang kemudian digunakan untuk menyebut bapaknya. Sampai sekarang dalam masyarakat tutur bahasa Madura, masih biasa digunakan hal itu. Bahkan nama aslinya bisa hilang, dan tidak dikenali oleh warga di sekitarnya.
Salam Pustamun! Salam Hormat, mungkin ada cucu cicitnya Pak Maryam Sukowono yang membaca tulisan ini.
Posting Komentar untuk "Bukti Pak Marjam adalah Orang Kaya Raya di Sukowono Tahun 1935"
Komentar bisa berupa saran, kritik, dan tanggapan. :)