Rumah Dinas Pegawai Perkebunan di Klantjing (Klanceng?) Ajung di Era Kolonial Belanda
Membuka arsip digital dari Universitas Leiden, saya menemukan dua foto rumah dinas karyawan perekbunan dengan keterangan 'Employé-woning te Klantjing, nabij Djember'. Secara sederhana artinya adalah 'rumah pekerja di Klancing, dekat Jember'.
Ada dua foto yang bisa ditemukan dalam arsip digital tersebut kalau menggunakan kata kunci itu. Yang pertema ini:
![]() |
| Employe-woning te Klantjing, nabij Djember - Sumber: Tangkapan Layar universiteitleiden.nl |
![]() |
| Employe-woning (oud model) te Klantjing, nabij Djember - sumber: Tangkapan Layar univrsiteitleiden.nl |
Gambar kedua, artinya: Rumah Karyawan (model lama) di Klancing, dekat Djember. Jika diamati lebih detail memang bentuk dan model bangunannya berbeda. Gambar kedua yang (model lama) terbuat dari bahan organik, bukan semen. Hanya dinding bagian bawah yang terbuat dari semen/tembok.
Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah di manakah Klantjing? sebagaimana tertulis di dalam keterangan foto tersebut? Tentunya dekat Jember. Mari kita pahami keterangan tersebut dengan menerapkan skala zaman untuk memahami kira-kira di bagian mana 'Klantjing' itu berada?
Secara bahasa, Klantjing yang dibaca 'Klancing' dekat dengan nama 'Klanceng'. Sekarang dikenal sebagai salah satu nama dusun yang ada di Desa Ajung Kecamatan Ajung Kabupaten Jember.
Sangat mungkin foto tersebut memang diambil di Klanceng Ajung. Karena di era 1900an, sesuai keterangan foto (ca 1900) atau circa 1900, bahwa istilah 'nabij Djember' atau 'di dekat Jember' menyesuaikan dengan wilayah Jember yang lebih dikenal. Tapi bukan sebuah Kabupaten atau Regentschap. Penggunaan nama yang wilayah yang lebih familiar di era kolonial belanda semata-mata untuk memudahkan mengidentifikasi sebuah wilayah.
Jember di sekitar tahun 1900an memang masih belum menjadi sebuah Kabupaten, tapi mejadi sebuah distrik yang ada di bawah wilayah Regentschap Bondowoso. Jember lebih dikenal karena menjadi pusat distrik. Jember di sekitar tahun itu secara administratif dibagi menjadi 2 distrik yaitu Distrik Puger (Mencakup wilayah selatan dan barat), dan Distrik Jember (mencakup wilayah tengah, timur, dan utara Jember).
Selain nama 'Klanceng' yang sangat dekat dengan plafalan 'Klantjing', kemungkinan adanya foto rumah pekerja perkebunan itu diambil di Ajung juga karena adanya Kantor Perkebunan yang ada di Ajung hingga saat ini --yang lebih dikenal sebagai Gudang PTPN Ajung. Sampai sekarang masih berdiri dan eksis. Selain itu, di pusat desa ajung, yang akhirnya sekarang menjadi kompleks Pustu (Puskesmas Pembantu), Balai Desa Ajung, SDN Ajung, hingga tersisa Aset PTPN di Sudut Pertigaan Ajung, serta Lapangan dan Terminal Ajung, sangat mungkin itu adalah aset perekebunan yang akhirnya menjadi Tanah Negara dan dibangun fasilitas umum.
Jadi, sangat mungkin foto Empoye-Woning yang ada di dokumen KITLV itu ada di dekat pertigaan desa Ajung saat ini. Bagaimana menurut kalian?



Posting Komentar untuk "Rumah Dinas Pegawai Perkebunan di Klantjing (Klanceng?) Ajung di Era Kolonial Belanda"
Komentar bisa berupa saran, kritik, dan tanggapan. :)