Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kaart Van de Plaats Djember | Peta Kuno Kota Jember Tahun 1922

 Mengulik kisah dan peta masa lalu membuat saya senang. Memang pada dasarnya suka sejarah. Apalagi kalau melihat peta yang diterbitkan di masa lalu. 

Jadi tahu beberapa tempat suada di tahun ini. Dulunya tempat ini bagaimana. Atau menemukan fakta bahwa tempat ini kenapa disebut sebagaimana sekarang.

Salah satu sumber peta dan dokumen lama yang saya dapatkan adalah universitas leiden. Melalui situs koleksi digitalnya, saya bisa menemukan peta Jember yang berjudul Kaart Van De Plaats Djember.

Fisik Peta ini terdapat di National Library of Australia yang dapat diakses secara digital dan bebas akses. 

Secara harfiah artinya adalah peta wilayah Jember. Dalam peta yang terbit tahun 1922 ini, sudah digambarkan adanya alun-alun dan pusat pemerintahan di sekitar alun-alun. Tentu yang dimaksud adalah alun-alun Kabupaten Jember. 

Berdasarkan keterangan yang ada di dalam peta, peta tersebut berdasarkan hasil survei lahan di tahun 1920. Kita bisa melihat bahwa di sebelah barat alun-alun ada masjid. Dalam bahasa Belanda tertulis mesigit. 

Berikut ini adalah detail peta Kaart Van de Plaats Djember atau Peta Kota Jember yang diambil dari situs NLA:

Situs Web Peta Kuno Jember

Dalam situs yang bisa diakses secara digital tersebut dapat diketahui bahwa Peta Tersebut terbit tahun 1922 di Batavia (Nama Jakarta di era Kolonial Belanda), diterbitkan oleh Topographische Inrichting. Topographische Inrichting adalah lembaga yang memiliki peran penting dalam penyusunan, pembuatan, dan publikasi peta untuk kepentingan Pemerintah Kolonial Belanda. Selengkapnya tentang Topographische Inrichting dapat dilihat di Sini.



Peta Alun-alun Jember dan Bagian Utaranya (Jember Lor) yang Telah Menjadi Pusat Kedinasan dan Objek Stretegis Pada 1920.

Dalam peta yang yang dicetak dengan ukuran asli sebesar 70cm x 67 cm yang tercetak di kertas seukuran 76 x 69 cm terdapat fakta-fakta unik yang cukup menarik untuk dibahas. 

Berikut ini adalah fakta-fakta menarik berdasarkan penggambaran Peta Kuno Kota Jember dalam  Kaart Van de Plaats Djember:

Alun-alun Jember dibelah Kanal Irigasi
Dalam peta tersebut, alun-alun Jember (yang dalam peta kuno tersebut tidak ada keterangannya, tapi jelas bentuk dan lokasi sekitar serta posisi jalan menunjukkan bahwa itu menandakan alun-alun (sekarang disebut alun-alun Jember Nusantara) dibelah oleh saluran irigasi. 

Saluran irigasi tersebut kemungkinan mengalir dari arah utara, agak melintar ke arah barat (Lihat Gambar Peta), yang ditandai dengan garis lurus. Saluran tersebut diyakini sebagai saluran irigasi karena terdapat legenda di bagian bawah peta. Selain itu, aliran irigasi tersebut mengarah ke area persawahan yang sangat luas di bagian selatan alun-alun. 


Belum Ada Pendopo Bupati, Masjid Jami Baitul Amien Kubah Lengkung, dan Bank
Pendopo Bupati Jelas belum ada. Karena di Tahun 1920 (saat pengumpulan data untuk peta) Jember bukan sebuah Kabupaten (Istilah Belanda adalah Regentschap). Belum ada Regentschap Djember. Di tahun itu (Juga pada tahun 1922) Jember masih menjadi salah satu Afdeling yang ada di bawah Regentschap Bondowoso. 

Di Tahun 1920, Jember secara administratif diatur oleh Patih (Kantor Patih) ada di Bagian Selatan Alun-alun. (Lihat Peta di bawah). 

Masjid Baitul Amien kubah lengkung yang sekarang, juga masih belum ada. Dalam peta, lokasi tersebut masih merupakan tempat Wedono. Wedono adalah istilah lokal jawa untuk menyebut yang sacara administratif kolonial disebut Kepala District. Jadi, di tahun tersebut masih ada Jabatan Wedono Jember (Wedana Jember). Wilayah afdeling Jember di tahun tersebut pernah dibagi menjadi enam distrik (kawedanan) yaitu: 1) Puger, 2) Tanggul, 3) Rambipuji, 4) Djember, 6) Mayang, dan 7) Sukokerto -pusat distriknya ada di Kalisat. 

Masjid Jamik yang difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan islam adalah Masjid Jami Al-baitul Amien lama. Yang sampai sekarang masih ada bangunan dengan atap limas. Dan sekarang difungsikan sebagai perkantoran dan sekolah. Di tahun 1920, masjidnya sudah ada di situ. Entah bangunannya sudah serupa dengan sekang atau belum.

Karena Jember masih belum ada Regent (Bupati) tentu saja Pendopo Bupati yang sekarang dikenal dnegan nama Wahyawibawagraha masih belum ada. Di peta kuno kabupaten Jember tersebut, lokasi yang sekarang menjadi Pendopo Kabupaten adalah kompleks Perkantoran Penting yang salah satunya adalah Post-kantoor. Sampai sekarang Kantor Pos masih di lokasi yang sama sejak era 1920an. 


Jember Kidul di Peta Kuno Kota Jember Tahun 1922.

Sementara itu wilayah yang ada di sebelah selatan alun-alun kabupaten Jember, masih tampak banyak persawahan. Ditandai dengan garis kota digaonal. Masih lengkap dengan saluran irigasi yang untuk mengairi sawah-sawah yang ada di area tersebut. 

Sekarang, sudah tidak tersisa sawah sama sekali di wilayah tersebut. Sudah berubah menjadi pemukiman dan bangunan. 

Yang cukup menarik adalah. Di bagian selatan alun-alun. Yang pada peta tersebut disebut wilayah Jember Kidul ada Kantor Patih. 

Patih adalah jabatan di era pemerintah kolonial belanda yang merupakan jabatan administratif tertinggi. Jika dikonversi ke sekarang, jabatan Patih ini setara dengan Sekda. Jabatan Pegawai Pemerintah tertinggi di sebuah kabupaten. 

Dari wilayah kantor Patih tersebutlah julukan wilayah yang kemudian disebut Ke-patihan-an atau tempatnya Patih. Yang sekarang dikenal dengan Lingkungan Kepatihan Jember. 

Masih berdasarkan peta yang tebit di Batavia tersebut. Wilayah Kota Jember sudah cukup metropolitan di era 1920an. Sudah ada pasar yang tertata. Yang kemudian kita kenal dengan Pasar Tanjung. Juga lingkungan 'pecinan' yang ada di sepanjang jalan di tepi kali Jompo. Memang sudah menjadi kompleks perdagangan sejak era 1920an. 

Sementara lingkungan utara, di sekitar Stasiun Jember, --pada tahun itu sudah ada dan eksis-- merupakan kompleks kedinanasan. Ada BOW, atau kalau sekarang adalah Dinas Pekerjaan Umum. Yang mengerjakan proyek-proyek infrastruktur di era Kolonial Belanda. Kantor BOW sudah ada dan sampai sekrang menjadi Kantor PU Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang berdekatan dengan Penjara (yang memang sudah ada sejak Jember belum menjadi Kabupaten). 

Sementara kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Jember yang ada di selatan alun-alun dulunya adalah Kantor AR alias Asisten Residence yang merupakan pejabat belanda. 

Adapun fasilitas-falitas lain yang tampak dalam peta adalah adanaya Sekolah-sekolah. Baik sekolah untuk pribumi: Inl School alias Indlander School alias Sekolah Pribumi untuk orang-orang lokal (Jawa Madura), juga ada sekolah European School untuk orang-orang pejabat eropa. 

Selain itu juga ada pabrik es, yang masih eksis hingga era kemerdekaan dengan nama Pabrik Es Telengsari -- di peta ditulis Ijsfabriek (bahasa Belanda). Juga ada Societit, bisa disebut sebuah 'Tempat Hiburan' yang menjadi ajang diskusi para pejabat dan para penguasa berkebangsaan eropa. Sementara dengan ada banyaknya pegawai pribumi yang 'naik kelas' mereka juga membutuhkan hiburan dan tempat berososialisasi, maka ada Inl Societiet alias Tempat Hiburan untuk Pribumi. Yang letaknya tidak jauh dari Kepatihan.

Ada lagi yang cukup menarik, arah jalan yang sekarang kita kenal sebagai jalan arah Bondowoso, di peta kuno kota Jember tersebut diberi tanda 'Arah Ke Banyuwangi'. Karena jalur darat Banyuwangi Jember di Pegunungan Gumitir, di Tahun 1920 masih belum dibangun. 

Dengan memahami Jember, dan Peta Jember di tahun 1920an tersebut, kita menjadi tahu bahwa Jember tidak serta merta lahir tahun 1929, sebagaimana menjadi penanda Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jember yang selalu diperingati di tanggal 1 Januari. Mungkin Pemerintah Kabupaten iya, diresmikan dan mulai berlaku pada 1 Januari 1929. Tapi jember sebagai entits dan wilayah berpemerintahan sudah ada jauh sebelum itu. 

Bahkan sudah ada nama Jember (ditulis Jamber) yang tertera pada Peta yang terbit tahun 1812 an. Di era Rafles menjadi Gubernur Jendral. Misalnya saja dianggap sejak itu. Bahwa Jember sudah ada, eksis, dan bertahan sampai sekarang sejak lebih dari 213 tahun yang lalu ketiak tulisan ini dibuat. 





Posting Komentar untuk "Kaart Van de Plaats Djember | Peta Kuno Kota Jember Tahun 1922"