Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Berita Banjir di Kencong Masa Lalu | Banjir Rendam Kencong, Keting, Padomasan Tahun 1900

 Mengutip Klipping Koran Masa Lalu, dari Sumatra-courant tanggal 03 Agustus Tahun 1900. Telah terjadi Banjir di kawasan yang sekarang dikenal dengan Kecamatan Kencong. Pada masa itu terjadi banjir yang cukup tinggi yang merusak sebagian struktur jembatan. Merendam jalan, persawahan sehingga mengakibatkan gagal panen bahkan padi yang sudah ditumpuk juga rusak. 

Berikut ini adalah Kliping Koran Sumatra-Couren tanggal 3-8-1900 yang menjelaskan banjir di wilayah Besoeki, lebih tepatnya Distric Poeger. 


Desa-desa yang terdampak banjir dari Kali Bondoyudo cukup banyak. Dalam berita tersebut sudah bercampur dengan bahasa Jawa dan Bahasa Melayu. Tidak sepenuhnya berbahasa Belanda. Adapun beberapa kata bahasa Melayu dan Jawa yang masuk dalam berita tersebut antara lain:

Bandjir, Kali, Padi, Sawah, Pagger (Pagar). 

Adapun desa-desa yang disebut terdampak banjir di wilayah Puger antara lain: Menampu, Jombang, Padomasan, Keting. Keempat desa tersebut sekarang tidak masuk dalam Kecamatan Puger. Desa Jombang sudah menjadi bagian dari Kecamatan Jombang, begitu juga dengan Desa Keting dan Padomasan. Sementara itu, desa Menampu yang pada berita tersebut disebut sebagai bagian dari Distrik Puger, saat ini secara administratif masuk wilayah Kecamatan Gumukmas. 


Berikut ini adalah terjemahan lengkap berita Banjir di wilayah selatan Jember tahun 1900:

HUJAN DERAS. Dari pemerintah wilayah Besoeki, sebagaimana dimuat dalam Javasche Ct., pemerintah telah menerima pemberitahuan bahwa akibat hujan lebat di afdeeling (wilayah administratif) Djember, sebagian dari jalan wajib kerja (heerendienstweg) Poeger — batas Loemadjang, di antara desa Menampoe dan Djombang, terendam banjir hingga setinggi satu kaki Rijnland (Rijnlandschen voet); sementara itu, akibat banjir di kali Bondaijoedo, sawah-sawah di desa Padomasan, Keting, Djombang, dan Menampoe terendam air setinggi 1 hingga 3 kaki Rijnland.

Dari sebagian besar sawah di desa-desa yang disebutkan tersebut, panen padi sebenarnya sudah selesai dilakukan, namun di tempat-tempat di mana padi masih berdiri di ladang atau sudah dipotong dan ditumpuk, sebagian telah rebah dan harus dianggap hilang; selanjutnya, tanaman di pekarangan, terutama tembakau, hancur dan pagar-pagar roboh; sebaliknya, jembatan-jembatan hanya menderita sedikit kerusakan, hanya fondasi tanah pada ujung jembatan (landhoofden) yang runtuh.

Setelah tanggal 3 dan 4 Juli yang lalu, hujan mulai berkurang, sehingga sebagian dari padi masih dapat dikeringkan.


Dari penjabaran berita tersebut, dapat kita ketahui bahwa kerusakan dan dampak yang diakibatkan oleh meluapnya sungai Bondoyudo yang berhulu dari Lumajang tersebut membawa dampak yang cukup besar di wilayah Kawedanan Puger di masa itu. 

Posting Komentar untuk "Berita Banjir di Kencong Masa Lalu | Banjir Rendam Kencong, Keting, Padomasan Tahun 1900"