Rencana Pembangunan Jalan Lintas Tanggul-Balung-Kencong-Rambipuji-Gambirono 1914
Ya, kalian tidak salah dalam membaca tahun. Rencana pembangunan yang akan dibahas di sini adalah Rencana Pembangunan yang diterbitkan dalam Koran Bataviaasch Niuwsblad tahun 1914. Tepatnya koran era Pemerintah Kolonial Belanda yang terbit tanggal 21 Januari 1914.
Artinya ruas-ruas jalan yang dibangun (pada dasarnya mengikuti saluran air dan pengerasan jalan, tidak sepenuhnya membangun jalan baru), sudah direncanakan lebih dari 112 tahun yang lalu. Jalan-jalan yang di wilayah barat Jember tersebut sudah ditingkatkan kualitasnya lebih dari seabad yang lalu.
Berikut ini adalah teks lengkap berita rencana pembangunan jalan tersebut secara detail:
![]() |
| Kutipan Kliping Korang Zaman Belanda -Bagian 1 |
Berikut adalah terjemahkan teks dalam Bahasa Indonesia yang diterjemahkan langsung dari teks berbahasa Belanda tersebut:
aringan Jalan di Wilayah Tanggoel.
(Dari koresponden Soerabaia kami).
Afdeeling Djember adalah sebuah daerah yang sedang berkembang, di mana kemajuannya sangat berkaitan erat dengan pekerjaan irigasi. Bahwa pengairan di suatu daerah menarik penduduk dan menciptakan kemakmuran, tidak perlu diperdebatkan lagi.
Kemakmuran di wilayah pengairan Bedadoeng, Bandjajoedo, dan Banjoepoetih pun terus meningkat. Wilayah seperti itu, sudah barang tentu, membutuhkan jalan dan jalan yang baik, oleh karena itu kali ini saya ingin memusatkan perhatian sejenak pada jaringan jalan di wilayah Tanggoelsche (Tanggul). Pentingnya jalan yang baik bagi daerah-daerah yang sedang berkembang ini dipahami sepenuhnya oleh Residen Besoeki saat ini, Tuan Schagen van Soelen, dan jaringan jalan Tanggul pun sedang diperbaiki dengan sungguh-sungguh.
Jika staf bawahan, B.B. (Binnenlandsch Bestuur / Pamong Praja) dan para tuan dari Waterstaat (Dinas Pekerjaan Umum/Pengairan) bekerja sama aktifnya dengan sang Residen, maka masa depan yang sangat gemilang sudah menanti di depan mata bagi afdeeling tersebut.
Pada tanggal 28 November yang lalu, dalam sebuah konferensi di Rawatamtoe, masalah jalan di wilayah-wilayah pengairan yang disebutkan di atas telah dibahas. Dalam konsultasi dengan kepala bagian irigasi Bekalen-Sampean, sebuah daftar urgensi telah disusun, yang akan saya sampaikan di sini. Jalan-jalan tersebut disusun berdasarkan urutan urgensi pelaksanaannya, dengan mempertimbangkan pekerjaan irigasi yang sedang berjalan.
![]() |
| Kutipan Kliping Koran Bataviaasche Niuwsblad Tahun 1914 - Bagian 2 |
Urutan skala prioritas rencana pembangunan jalan di wilayah barat/selatan Afdeling Djember adalah sebagai berikut, berdasarkan penerjemahkan teks yang berasal dari bahasa Belanda:
1. Jalan di sepanjang sisi selatan Noorderleiding (saluran utara), yang jalur tanahnya sudah ada, harus diperkeras mulai dari pintu air pembagi saluran utama K.B. VIII hingga K. 28 N. yang menyambung dengan jalan yang sudah ada menuju Gambirono. Panjangnya kurang lebih 8,3 km. Jembatan-jembatan di jalan ini sudah diselesaikan bersamaan dengan bangunan air (kunstwerken) di Noorderleiding.
2. Jalan yang sudah ada antara Bangsalsari — Toetoel perlu diperbaiki dan diperkeras mulai dari jalan raya pos (postweg). Panjangnya kurang lebih 10,4 km. Di jalan ini, harus dibangun jembatan-jembatan baru di desa Bangsalsari dan Soekoredjo (Sukorejo) yang melintasi kali-kali dengan nama yang sama.
3. Jalan yang sudah ada antara Kasijan — Menampoe harus diperbaiki. Jembatan di jalan ini dekat Kasijan yang melintasi saluran pembuangan Kasijan harus diperbarui, dan di atas Kali Betini dekat Bagoredjo harus dibangun sebuah jembatan baru. Total panjang jalan ini adalah 9,4 km.
4. Di sepanjang rencana Oosterleiding (saluran timur, di sebelah timur Kali Bedadoeng), direncanakan sebuah jalan. Jalan ini akan disambungkan ke arah utara dengan jalan yang sudah ada menuju Tjoerahmalang (Curahmalang); di desa Baloengkidoel (Balung Kidul), jalan ini kemudian akan menyambung lebih lanjut dengan jalan menuju Baloeng—Amboeloe. Untuk sambungan ke arah utara yang baru saja dimaksud, sebuah rute (tracĂ©) yang sepenuhnya baru dapat diikuti.
Jalan ini, jika rute terbaru untuk bagian utara diikuti, akan memiliki total panjang kurang lebih 8,5 km. Jembatan yang sudah ada di atas Kali Bedadoeng, tepat di bawah bangunan pengambilan air (prise d'eau), harus diperbarui...
![]() |
| Kutipan Kliping Koran Bataviaasche Nieuwsblad - Bagian 3 (habis) |
Berdasarkan skala prioritas, pembangunan jalan dari Balung ke Arah Ambulu (tentu melewati Wuluhan) tidak termasuk prioritas, meskipun sempat dibahas. Hal ini dapat diketahui dari penerjemahan teks asli berbahasa Belanda. Berikut ini terjemahan teks koran tersebut:
...harus dilakukan. Selanjutnya, pada jalan ini di desa Gloendengan (Glundengan), sebuah jembatan di atas sungai dengan nama yang sama harus dibangun.
5. Jalan di sepanjang saluran pembuangan utama (Hoofdafvoer) Kasijan yang akan digali dan di sepanjang sodetan (coupures) Keting dan Paleran yang direncanakan, serta saluran sekunder Gambirono ke arah utara menuju Gambirono, dengan cabang samping di sepanjang Middenleiding (saluran tengah) menuju Baloeng (Balung), harus diperkeras, karena jalur tanahnya akan diselesaikan bersamaan dengan kanal-kanal yang dimaksud. Pada cabang samping di sepanjang Middenleiding, akan dibangun jembatan di atas saluran pembuangan Kasijan di sebelah utara Toetoel (Tutul); jembatan ini akan digabung dengan bangunan pengambilan air (prise d'eau) Bago. Bagian jalan utara yang sudah ada di sebelah utara Noorderleiding juga harus diperbaiki dan diperkeras. Total panjang pengerasan kurang lebih 19,15 km.
6. Untuk jalan baru di sepanjang pemindahan Kali Tanggoel (Tanggul) di wilayah Bondojoodo (Bondoyudo), yang pengerjaannya telah diizinkan melalui keputusan pemerintah tanggal 23 September 1913 No. 16, tanah galiannya juga akan berfungsi untuk dasar jalan. Panjang jalan besar dari Djatiroto—Rambipoedji (Jatiroto—Rambipuji) hingga Kentjong (Kencong) adalah kurang lebih 15,7 km.
7. Jalan Tanggoelwetan—Oemboelsari—Menampoe (Tanggul Wetan—Umbulsari—Menampu) sebagian harus dialihkan melalui rute (tracĂ©) baru dan selanjutnya diperbaiki serta diperkeras sepenuhnya. Mulai dari Tanggul hingga Kali Lebeng (dekat desa Semberoe / Sembere) jalan ini sudah dapat segera dikerjakan saat ini. Lebih ke arah selatan, rute ini baru dapat diselesaikan setelah perbaikan drainase di wilayah Bondoyudo selesai. Panjang keseluruhan mencapai kurang lebih 18,2 km.
Dalam konferensi di Rawatamtoe (Rowotamtu), jalan yang menghubungkan desa Doekoedempok (Dukuhdempok) dengan jalan Baloeng—Amboeloe (Balung—Ambulu) tidak dibahas; jalan tersebut pertama-tama mengarah ke Tenggara menuju Kali Gloendengan dan kemudian ke arah timur menuju Poeger wetan (Puger Wetan). Mengingat pembukaan lahan yang segera dilakukan di wilayah Bedadung Tenggara, penting agar jalan ini segera ditangani.
Pembangunan jalan-jalan yang disebutkan di atas sangat penting bagi wilayah Bedadung. Seluruh daerah tersebut menantikan jaringan jalan yang dalam kondisi baik untuk mencapai kemajuan yang lebih besar.
______




Posting Komentar untuk "Rencana Pembangunan Jalan Lintas Tanggul-Balung-Kencong-Rambipuji-Gambirono 1914"
Komentar bisa berupa saran, kritik, dan tanggapan. :)