Pertanda Gempa (Alamat Lindu) dan Kepercayaan Masyarakat Jawa
Pertanda Gempa (Alamat Lindu) dan Kepercayaan Masyarakat Jawa
Gempa bumi bukan sekadar fenomena alam biasa bagi masyarakat Jawa. Fenomena
alam yang biasa disebut lindu oleh masyarakat Jawa juga merupakan
pertanda bagi tempat terjadinya. Jika dalam pengetahuan modern gempa merupakan
tanda pergerakan tektonik maupun vulkanik, bagi masyarakat Jawa, gempa juga
merupakan pertanda bagi peristiwa yang akan datang.
Berikut ini merupakan kepercayaan masyarakat Jawa mengenai Lindu (gempa
bumi) dan alamatnya yang ditulis ulang dari Kitab Mujarabat (dibaca:
Mujarobat).
Penjabaran yang ditulis di bawah ini merupakan hasil transliterasi dari Kitab
Mujarabat (Mujarobat) yang semula berhuruf pego (huruf Arab untuk menulis
bahasa Jawa).

Lamun ana lindu wulan Shofar rahino alamat wong negara pada ngaleh lan akeh
lelara, lamun wengi alamat wong pada selamet ingdalem iku tahun.
Lamun ana lindu wulan rabiul awwal rahina, alamat akeh wong oleh derajat
lan akeh pagering, lamun wengi alamat akeh udan lan angin lan akeh ombak.
Penjelasan lengkap lindu di bulan Rabiul Awwal ada di: Memaknai Alamat Lindu Bulan Rabiul Awwal, 22 Oktober 2021
Lamun ana lindu wulan Rabiul Akhir rahina, alamat akeh wong mati lan kebo
sapi pada mati, lamun wengi alamat becik lan akeh udan lan murah sandang pangan lan tanduran pada tulus.
Lamun ana lindu wulan Jumadil Awwal rahina alamat akeh musuh, lamun wengi
alamat rahayu.
Lamun ana lindu wulan Jumadil Akhir alamat ketigane suwi lan akeh kebo sapi
pada kuru ing dalem iku tahun, lamun wengi alamat akeh penyakit lan kapahilan.
Lamun ana lindu wulan Rajab rahina alamat
akeh lelara ingdalem iku tahun, lamun wengi alamat perangan gedhi ing
dalem iku negara.
Lamun ana lindu wulan Sya’ban rahina alamat akeh wong mati lan sembarang
larang.
Penjelasan lengkapnya ada di sini: Menyikapi Ramalan Gempa Bulan Sya'ban
Lamun ana lindu wulan Romadon rahina alamat akeh wong soal dadi tukaran,
lamun ana lindu wulan Romadon wengi alamat akeh wong ngalih.
Lamun ana lindu wulan Syawwal rahina alamat akeh lelara lan kerusakan,
lamun wengi alamat perang gedhi lan akeh wong pada sulaya merga.
Lamun ana ana lindu wulan Sela rahina alamat akeh wong desa pada rebutan,
lamun wengi alamat akeh wong pada ngalih.
Lamun ana lindu wulan Besar rahina alamat akeh wong pada duka, lan
kepahilan ing dalem iku tahun lan akeh wong pada seteronan, lamun wengi alamat
akeh desa rusak lan akeh udan, lan beras pari murah, lan akeh wong nggawe
kebagusan.
Berikut ini merupakan hasil penerjemhan secara bebas dari alamat lindu
(pertanda terjadinya gempa) dari kitab Mujarabat di atas.
Berikut ini masalah (bab) yang menjelaskan tentang Lindu (Gempa)
Jika ada lindu pada bulan Muharram (bulan pertama penanggalan Jawa),
pertanda banyak orang (hidup) prihatin, jika lindu (gempa) terjadi pada malam
hari, pertanda bahan pangan mahal dan banyak kesulitan.
Jika ada lindu (gempa) pada bulan Shofar siang hari, pertanda banyak orang
dalam suatu negara yang berpindah (migrasi) dan banyak wabah penyakit, jika
terjadinya lindu (gempa) malam hari, pertanda banyak orang yang selamat dalam
setahun tersebut.
Jika ada lindu (gempa) pada bulan Rabiul Awwal siang hari, pertanda banyak
orang mendapat pangkat (derajat) dan banyak penyakit (orang sakit). Jika lindu terjadi pada
malam hari pertanda banyak hujan dan angin, serta ombak yang besar.
Jika ada lindu (gempa) pada bulan Rabiul Akhir siang hari, pertanda banyak
orang meninggal, Kerbau dan Sapi (hewan ternak dan harta benda) juga mati. Jika
malam hari, pertanda baik dan banyak hujan, serta murahnya sandang dan pangan,
tanaman juga tulus.
Jika ada lindu (gempa) pada bulan Jumadil Awwal siang pertanda banyak
musuh, jika pada pada malam hari pertanda rahayu (makmur).
Jika ada lindu pada bulan Jumadil Akhir
pertanda musim kemarau pajang dan banyak kerbau dan sapi (hewan ternak)
kurus dalam setahun tersebut, jika terjadi pada malam hari pertanda banyak
penyakit dan kesusahan.
Jika ada lindu (gempa) pada bulan Rajab siang, pertanda banyak penyakit
dalam tahun tersebut, jika terjadi pada malam hari pertanda akan ada perang
besar dalam wilayah tersebut.
Jika ada lindu (gempa) pada bulan Sya’ban siang pertanda banyak orang
meninggal dan mahalnya segala sesuatu.
Jika ada lindu (gempa) pada bulan Ramadan siang, pertanda banyak perkara
yang berujung pada pertengkaran, jika ada lindu (gempa) pada bulan Ramadan
malam hari pertanda banyak orang berpindah.
Jika ada lindu (gempa) pada bulan Syawwal siang pertanda banyak penyakit
dan kerusakan, jika terjadi malam hari pertanda akan terjadi perang besar dan
banyak orang yang ingkar janji.
Jika ada lindu (gempa) pada bulan Selo siang hari, pertanda banyak orang desa
saling berebut, jika terjadi malam hari pertanda banyak orang yang berpindah.
Jika ada lindu (gempa) pada bulan Besar siang hari, pertanda banyak orang
yang berduka dan kesulitan pada tahun tersebut serta banyak orang yang saling
berseteru. Jika terjadi pada malam hari, pertanda banyak desa rusak, banyak
hujan, beras dan padi (pangan) murah, dan banyak orang berbuat kebaikan.
Demikian penjelasan dan penerjemahan alamat lindu (pertanda gempa) yang
tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Jawa. Bukan untuk mempercayai seratus
persen tetapi cukup untuk diketahui dan diambil hikmahnya.
Untuk mengetahui pertanda gerhana. Unduh dan Download juga: Gerhana Matahari dalam Kepercayaan Jawa
Untuk mengetahui pertanda gerhana. Unduh dan Download juga: Gerhana Matahari dalam Kepercayaan Jawa
Maksudnya orang akan berpindah itu bgmn?trima kasih sblmnya
BalasHapusmungkin yang dimaksud adalah "migrasi". Pindah dari satu tempat ke tempat lain.
HapusMungkin jg maksudnya adalah keluar rumah utk menyelamatkan diri...hehehe
BalasHapuspindah tempat ya... bisa jadi begitu.
HapusNgikut ae lah.. ap kata s'sepuh az..
BalasHapusBisa juga ngungsi,kaya di lombok ,ngungsi ke lapang dan sawah...
BalasHapusIYA. bisa juga begitu ya maknanya
Hapus16-05-2019 (11 Ramadhan 1440) Blitar dan sekitarnya terjadi gempa pada pukul 21.42 WIB
BalasHapusartinya banyak orang yang berpindah. Podo ngalih. Mungkin ikut demo ya... 22 Mei nanti. hehehehe.
HapusMigrasi,berarti mudik cocok...
BalasHapusHari ini, senin, 28 Juni 2021 jam 05.15, bertepatan dengan tgl 17 Dulkokdah, berarti pertanda "Banyak orang desa berebut" Karena pa, berebut apa, situasinya seperti apa ya..... La Haula Wala Kuwwata Illa billa hil'aliyyil 'adziim.....
BalasHapusmungkin hendak pilkades?
HapusAda pdf kitabnya pak?
BalasHapusTidak ada pdfnya. lagian jangan terlalu percaya. tetap berdoa.
Hapus