Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Prasmanan asluhu ''Fransman' Mengikuti Bentuk Prasman + -an

Arti Prasmanan, Asal Usul Kata-Budaya, dan Pembentukan Kata Prasmanan dalam Bahasa Indonesia

Prasmanan adalah cara penyajian makanan di sebuah hajatan yang banyak dipilih oleh banyak orang. Selain terasa lebih memudahkan, juga (mungkin) dianggap lebih bisa menyesuaikan dengan selera tamu yang hendak makan. Maka dari itu, cara prasmanan juga banyak dipilih oleh warga di desa baik saat hajatan pernikahan maupun hajatan yang lain. Apalagi kalau tamu yang datang tidak serentak. Cara makan prasmanan lebih fleksibel untuk tamu yang datang silih berganti. 

Baca Juga: Prasmanan Vs Piringan ft Semutan

Sejak kapan cara makan Prasmanan ada di Indonesia? Kalau di desa (wabil khusus di desa saya) prasmanan baru dipilih sebagai cara menjamu tamu sekitar sepuluh tahun terakhir. Sebelum tahun 2010-an cara makan prasmanan sepertinya masih tabu dipilih. 

Dari kurun waktu yang masih baru-baru ini cara makan 'prasmanan' menjadi lumrah di masyarakat. Dapat diketahui bahwa cara prasmanan tidak berasal dari budaya Indonesia. Untuk mengetahui asal-usul prasmanan dapat dirunut dari asal-usul, akar kata, dan proses pembentukan istilah tersebut.

Prasmanan adalah Kata dalam Bahasa Indonesia

Bagi penutur bahasa Jawa (setidaknya itu yang saya rasakan), kata prasmanan terasa sangat njawani. Dikira kata tersebut adalah istilah yang digunakan oleh penutur Bahasa Jawa saja, atau setidaknya bukan termasuk dalam kata baku. Padahal kata prasmanan ada dalam Kamus Besar Bahasa Indoneseia Badan Bahasa.

Arti Kata Prasmanan

pras.ma.nan
n cara menjamu makan dengan mempersilakan tamu mengambil dan memilih sendiri hidangan yang sudah ditata secara menarik di beberapa meja. 

Meskipun perlu ada sedikit koreksi dalam penerapannya oleh masyarakat. Pengertian di beberapa meja menjadi kurang tepat. Karena tak jarang, suguhan makanan hanya disuguhkan di atas satu meja saja.

Kata prasmanan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia versi daring tersebut merupakan nomina atau kata benda, serta merupakan kata dasar. Bukan kata bentukan.

Tapi dalam proses pembentukan istilah, kata prasman berasal dari kata fransman (Bahasa Belanda untuk menyebut orang Perancis). Fransman dituturkan lama-lama menjadi Prasman. Kata prasman pada mulanya memiliki arti: cara makan ala orang Perancis. 

Nah, pembentukan istilah Prasmanan yang berasal dari kata fransman/pransman/prasman ini yang dipengaruhi oleh tata bahasa Jawa (ini pendapat pribadi sih..).

Sama halnya dengan kata piringan untuk menyebut cara memberi makan tamu dengan disuguhkan dalam wadah piring. Ketika ada yang menanyakan mangane piye? piringan wae. (suguhan makannya gimana? pakai piring saja). Maksudnya sudah diambilkan makanan yang siap makan dalam satu piring. Tidak perlu imbuh dewe. 

Jadi imbuhan -an dalam kata prasmanan dan piringan memiliki arti cara. Jadi piringan cara memberikan makan yang sudah disiapkan dalam piring. Lebih mirip lagi dengan kata semutan. Biasanya makan hajatan dengan piringan cara mendistribusikannya dengan semutan. Saling menggeser makanan di piring ke orang di sampingnya. Jadi yang jalan adalah makanannya dari satu tangan ke tangan yang lain. 

Semutan berarti membagikan makanan dengan cara berbaris seolah-olah seperti semut. Kata dasar semut mendapat akhiran -an. Seperti halnya dengan kata prasman berarti menyediakan makan dengan cara mengambil sendiri seolah-olah seperti orang  Prasman atau Fransman.

Posting Komentar untuk "Prasmanan asluhu ''Fransman' Mengikuti Bentuk Prasman + -an"