Contoh Surat Pernyataan Pengasuhan Anak yang Orang Tuanya Bercerai
Ada kejadian yang cukup menarik yang saya alami pada hari Jumat, 12 November 2021 lalu. Ada seorang laki-laki yang memang kenal, datang ke kantor. Menjelang hendak pulang. Saya kenal dengan orang itu. Beliau cukup ditokohkan di lingkungan rumahnya. Bercerita bahwa ada sedikit masalah di lingkungan rumahnya.
Dia bercerita bahwa sedang ada sedikit pertengkaran di
keluarga tetangganya. Ceritanya ada seorang Perempuan tetangganya yang merantau
ke luar pulau. Sebut saja namanya Siti (bukan nama sebenarnya). Siti ini
merantau ke Kalimantan. Di Kalimantan dia menikahi duda satu anak, sebut saja
namanya Jono (bukan nama sebenarnya). Setelah menikah Siti, suami dan anak tirinya
ini pulang ke Jember.
Ibu kandung si anak, mantan istri suami si siti, menyusul ke
Jember dengan tujuan mengambil kembali si anak dari pengasuhan Jono. Si anak
tidak mau ikut ibu kandungnya. Dia lebih memilih ikut Jono dan diasuh oleh ibu
tirinya, si siti.
Nah, itu berdasarkan cerita dari Tokoh Masyarakat yang
datang ke saya. Dia meminta pertimbangan, bahasanya minta oret-oretan yang
bisa mengamankan semua orang. Karena takut, si anak akan diambil secara paksa
oleh ibu kandungnya, ketika ayah kandungnya pergi bekerja.
Si ibu kandung nekat, jauh-jauh datang ke Jember memang
bertujuan untuk mengambil anak kandungnya tersebut. Saya sarankan si tokoh
untuk membuat surat pernyataan untuk si ibu, yang berjanji tidak akan mengambil
secara paksa anak kandung dan memberikan hak pengasuhan kepada ayah kandungnya.
Tentu saja surat pernyataan bermeterai tidak memiliki
kekuatan hukum yang tetap layaknya Keputusan pengadilan. Tapi dengan adanya
surat pernyataan –harapannya si tokoh- bisa mengurangi perselisihan dan
pertengkaran di lingkungannya.
Si Tokoh Masyarakat kebingungan surat pernyataan bagaimana
yang bisa dibuatkan agar tidak terjadi masalah. Tentu saja tidak perlu
melibatkan aparat desa maupun aparat keamanan agar masalah tidak semakin runyam
dan melebar.
Dari penuturan tersebut akhirnya saya memiliki inisiatif
membuatkan draf surat pernyataan yang dapat diisi dan ditandatangani oleh ibu
kandung anak.
Berikut ini ini surat pernyataannya:
SURAT
PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah
ini:
Nama :
Jenis Kelamin :
NIK :
Tempat, Tanggal Lahir :
Alamat :
Dengan ini menyatakan dengan
sebenarnya bahwa, telah memiliki anak Perempuan:
Nama :
Umur :
Hasil
pernikahan dengan:
Nama :
Tanggal Lahir :
Dengan penuh sadar dan tanggung jawab
menyatakan bahwa:
1. Menyerahkan hak
asuh anak tersebut kepada Ayahnya.
2. Berjanji tidak
akan mengambil paksa anak tersebut dari pengasuhan Ayahnya.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan
sebenarnya dan siap dituntut di muka hukum apabila melanggar isi pernyataan
ini.
Jember, 12 November 2021
Yang Menyatakan,
(..........................................)
Surat pernyataan di atas dibuat dengan cukup terburu-buru
karena sudah hendak pulang dari kantor. Tapi setidaknya adanya surat pernyataan
pengasuhan anak ini bisa meredam konflik dan perselisihan di masyarakat.
Surat pernyataan di atas bisa dijadikan contoh jika ada yang
memerlukan untuk membuat surat pernyataan pengasuhan anak saat mengalami
permasalahan yang serupa. Untuk contoh surat pernyataan versi MS Word maupun
versi Pdf-nya dapat diunduh di Download Contoh Surat Pernyataan Pengasuhan AnakMs Word.
Posting Komentar untuk "Contoh Surat Pernyataan Pengasuhan Anak yang Orang Tuanya Bercerai"
Komentar bisa berupa saran, kritik, dan tanggapan. :)